Jangan Kau ambil

Sama sekali nggak ada di pikiran klo Allah akan mengambil hadiah yg dulu Engkau berikan padaku

Dulu, ketika aku terpuruk seperti ini. Aku berdoa dan yakin akan mendapatkan yg terbaik. Setelah berlarut2 dalam sedih, Kau memberiku hadiah sesuai dg doaku. Memang, Allah akan mengabulkan doa kita disaat yg tepat bagi Allah

Dan saat ini, Engkau seperti ingin mengambil hadiah itu kembali. Dan aku akan kembali ke masa itu lagi.
Namun, saat ini aku lupa rasanya terpuruk. Mungkin Allah hanya ingin mengingatkan masa itu. Dan tidak melambungtinggi dengan hadiah yg Engkau berikan saat ini

Ya Allah, jangan Kau ambil hadiah terbaik-Mu dariku. Aku belum siap menerima keputusan-Mu

Salam,
lz

Perjalanan kita

Awal yg indah ketika kita memulai nya. Pertemuan yg nggak sengaja membawa kita ke dunia baru. Kamu perkenalkan aku apa itu dunia, apa itu kehidupan, dan apa itu cinta.
Semua berjalan begitu indah. Banyak tawa canda sedih dan duka. Hingga hubungan ini menemukan batu besar yg sulit untuk kita angkat dari jalan kami. Yg bisa kami lakukan hanyalah membawa batu ini bersama dg langkah kita. Kita bawa batu ini bersama-sama, walaupun terkadang salah satu diantara kita merasa lelah dg membawa selalu batu ini. Hingga akhirnya pesimis datang menjemput kami. Aku sama sekali nggak ingin pergi bersama nya, karena ku yakin. Sebenarnya akan ada istana mewah nan megah diujung jalan sana. Dan kamu pun mengiyakan keyakinanku.

Setiap rintangan selalu menyertai perjalanan kita yg menambah kelelahan kita membawa batu. Dan lagi-lagi selalu aku yakinkan untuk tetap bersabar.
Aku tak mengerti apa yg sedang kamu rencanakan. Kamu mengangkat batu, tapi kamu juga menambah batu-batu kecil untuk dibawa.
Apakah kamu berencana untuk membawa kerikil2 kecil itu? Dan memilih untuk membiarkan aku membawa batu itu sendiri dg segala keyakinan ku?
Please don't do that. Karena sejak awal kita sudah berkomitmen untuk tetap membawa batu ini bersama-sama dn saling menyemangatin untuk bsa sampai ke istana megah.

Salam,
lz